Urgensi Integrasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa SD
Keywords:
Etnomatematika, Kearifan Lokal, Literasi Numerasi, Pembelajaran Matematika, Sekolah DasarAbstract
Background: Matematika merupakan mata pelajaran penting di sekolah dasar karena memiliki peran besar dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan analitis siswa. Namun, kemampuan literasi numerasi siswa Indonesia masih tergolong rendah, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil PISA 2022. Salah satu faktor penyebab masalah tersebut adalah proses pembelajaran matematika yang bersifat abstrak dan kurang kontekstual.
Objectives: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran matematika sebagai upaya meningkatkan literasi numerasi siswa sekolah dasar.
Methods: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal, buku, dan artikel penelitian yang berkaitan dengan etnomatematika, pembelajaran berbasis kearifan lokal, dan literasi numerasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi dengan menelaah dan mengategorikan informasi berdasarkan tema yang relevan.
Results: Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran matematika memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi numerasi siswa. Pembelajaran berbasis etnomatematika membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih konkret melalui konteks budaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Selain itu, integrasi budaya lokal juga meningkatkan motivasi belajar, partisipasi, dan pembentukan karakter siswa. Unsur budaya seperti rumah adat, motif tenun, dan kerajinan tradisional mengandung konsep matematika berupa geometri, simetri, pola, dan pengukuran yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar.
Conclusions: Pelaksanaan pembelajaran berbasis kearifan lokal masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan pemahaman guru, kurangnya sumber belajar, dan minimnya media pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari sekolah dan pemerintah untuk mengoptimalkan penerapan pembelajaran berbasis etnomatematika di sekolah dasar.






